Rabu, 24 Oktober 2018
Berita Terkini Seputar ARDIN
PENANDATANGANAN MOU ANTARA BPP ARDIN DENGAN INDUK KOPERASI KEPOLISIAN RI (INKOPPOL)

Dari pengamatan langsung MUNAS VI ARDIN sejak pagi ramai dan berlangsung lancar. Sejak pagi agenda padat. Munas dibuka Menteri BAPPENAS Sofyan Djalil yang dihadiri Agung Laksono, Prof Ahmad Mubarok dan Ketua Inkoppol Irjen Pol (Purn) Yuddy Susharyanto. Selain itu hadir juga wakil dari kantor Presiden dan Wakil Presiden. Sebelumnya Menko Polhukham Luhud Panjaitan dan Mendagri Pramono Anung juga sedianya hadir tetapi karena urusan mendadak di daerah terpaksa tidak hadir.


Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil membuka Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distribusitor Indonesia (ARDIN) di Hotel Borobudur tepat  pukul 10. Munas yang mengusung tema besar “ARDIN MitraPemerintah, Wujudkan Kesempatan Berusaha Yang Tertib Hukum”tersebut, Menteri Sofyan memaparkan fenomena perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

“Satu orang bias mengontrol puluhan prof dengan internet dan teknologi”ujar mantan menteri professional ini. Namun, kata Sofyan, kemajuan teknologi informasi tersebut bias membawa dampak professi, salah satunya menyebabkan jurang distribusi kekayaan semakin membesar karena satu orang bias memainkan bermacam peran sehingga bias bekerja secara lebih mandiri.

Agar mampu berpacu dengan majunya era teknologi informasi, Menteri Sofyan menyatakan urgensi peningkatan profesionalitas anggota ARDIN, salah satunya dengan mewujudkan manajemen professional tingkat propinsi. Selain itu, ARDIN harus mampu mengubah model bisnis dengan menyewa professional dalam bidangnya sehingga memberikan kesempatan penciptaan lapangan pekerjaan yang lebih luas.

Sebelumnya dalam sambutannya KetuaUmum ARDIN Dr. John N. Palinggi MM., MBA mengatakan bahwa ARDIN ini merupakan organisasi pengadaan barang dan jasa yang merupakan rekanan pemerintah. Dalam perjalanannya bekerja untuk membantu perjalanan pemerintah dalam pengadaan barang dan jasa.

ARDIN, imbuh Palinggi, sejak dulu merupakan organisasi yang loyal terhadap pemerintah tetapi selalu mengingatkan pemerintah yang dibarengi kesetiaan kepada Bangsa dan Negara. Ketua umum memberitahu bahwa saat ini anggota ARDIN berjumlah 13.113 pengusaha yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sikap ARDIN imbuhnya, jelas menghormati pemerintah, mengingatkan yang keliru tetapi tidak harus memakai demo dimana-mana. Kerja itu harus loyal, jangan demo terus-terusan dimana-mana. Di akhir sesi pembukaan, ditandatangani nota kesepakatan antara BPP ARDIN yaitu KetuaUmum BPP Ardin DR. John N. Palinggi. MM., MBA dengan Induk Koperasi Kepolisian Negara Republik Indonesia Mabes Polri (INKOPPOL) yaituIrjen Pol (P) Drs. H. Yudi Sushariyanto, SH mengenai Pengembangan Jaringan Ekonomi dan Bisnis Perdagangan.